Sejarah & Nilai Pancasila
Dasar Negara Republik Indonesia
Dari BPUPKI hingga Pengesahan UUD 1945
Tujuan Pembelajaran
- โ Memahami sejarah perumusan Pancasila sebagai dasar negara melalui sidang BPUPKI dan PPKI.
- โ Menganalisis nilai-nilai dasar Pancasila dan relevansinya dalam kehidupan berbangsa.
- โ Meneladani semangat persatuan dan musyawarah para pendiri bangsa.
Pancasila lahir dari musyawarah dan menjadi perekat keberagaman Indonesia. Nilai-nilainya tetap relevan hingga kini.
Materi Pembelajaran
Sejarah Perumusan Dasar Negara Indonesia
Perumusan Pancasila sebagai dasar negara merupakan proses panjang yang melibatkan tokoh-tokoh bangsa. Para pendiri bangsa menyadari bahwa Indonesia yang akan merdeka membutuhkan dasar negara sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Proses perumusan dasar negara menunjukkan adanya semangat musyawarah, persatuan, dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Latar Belakang Pembentukan BPUPKI
Pada masa pendudukan Jepang, pemerintah Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Junbi Cosakai pada tanggal 1 Maret 1945.
BPUPKI bertugas mempersiapkan berbagai hal yang berkaitan dengan kemerdekaan Indonesia, termasuk merumuskan dasar negara.
BPUPKI mengadakan dua kali sidang:
- Sidang Pertama (29 Meiโ1 Juni 1945) - Membahas tentang dasar negara Indonesia.
- Sidang Kedua (10โ17 Juli 1945) - Membahas rancangan Undang-Undang Dasar.
Tokoh yang menyampaikan usulan dasar negara:
1. Mr. Mohammad Yamin (29 Mei 1945)
Mr. Mohammad Yamin menyampaikan gagasan dasar negara yang terdiri dari lima prinsip:
- Peri Kebangsaan
- Peri Kemanusiaan
- Peri Ketuhanan
- Peri Kerakyatan
- Kesejahteraan Rakyat
Menurut Yamin, dasar negara Indonesia harus mencerminkan nilai kebangsaan, kemanusiaan, demokrasi, dan kesejahteraan.
2. Prof. Dr. Soepomo (31 Mei 1945)
Soepomo mengemukakan gagasan negara Indonesia yang berlandaskan pada konsep persatuan dan kekeluargaan.
- Persatuan
- Kekeluargaan
- Keseimbangan lahir dan batin
- Musyawarah
- Keadilan rakyat
Soepomo menekankan bahwa negara Indonesia harus menjadi negara yang menyatukan seluruh rakyat, bukan negara yang mengutamakan kepentingan kelompok tertentu.
3. Ir. Soekarno (1 Juni 1945)
Pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan pidato tentang dasar negara Indonesia. Beliau mengusulkan lima dasar:
- Kebangsaan Indonesia
- Internasionalisme atau Perikemanusiaan
- Mufakat atau Demokrasi
- Kesejahteraan Sosial
- Ketuhanan yang Berkebudayaan
Dalam pidatonya, Soekarno memberi nama dasar negara tersebut dengan istilah Pancasila.
Kata Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta: Panca berarti lima, Sila berarti dasar atau prinsip. Sehingga Pancasila berarti lima dasar atau lima prinsip yang menjadi pedoman bangsa Indonesia.
Setelah sidang BPUPKI pertama selesai, dibentuk sebuah panitia kecil yang dikenal sebagai Panitia Sembilan.
Anggotanya terdiri dari tokoh-tokoh nasional seperti: Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Ahmad Soebardjo, Mohammad Yamin, A.A. Maramis, Abdul Wahid Hasyim, Abikusno Tjokrosuyoso, Agus Salim, dan Abdul Kahar Muzakir.
Panitia Sembilan bertugas menyusun rumusan dasar negara.
Pada tanggal 22 Juni 1945, Panitia Sembilan berhasil menyusun dokumen yang disebut Piagam Jakarta (Jakarta Charter).
Piagam Jakarta berisi rancangan Pembukaan UUD yang di dalamnya terdapat rumusan awal Pancasila:
- Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
- Kemanusiaan yang adil dan beradab.
- Persatuan Indonesia.
- Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
- Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Setelah Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia harus segera menentukan dasar negara dan konstitusi.
Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengadakan sidang.
Hasil sidang PPKI:
- Mengesahkan UUD 1945.
- Memilih Ir. Soekarno sebagai Presiden dan Drs. Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden.
- Menetapkan Pancasila sebagai dasar negara yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
Rumusan Pancasila yang sah:
- Ketuhanan Yang Maha Esa
- Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
- Persatuan Indonesia
- Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
- Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Perubahan sila pertama dari Piagam Jakarta menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa" menunjukkan sikap para pendiri bangsa yang mengutamakan persatuan nasional dan menghargai keberagaman masyarakat Indonesia.
โณ Timeline Sejarah Pancasila
๐ Rumusan Pancasila dari Berbagai Versi
| Versi | Rumusan |
|---|---|
| Yamin | Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, Kesejahteraan Rakyat |
| Soepomo | Persatuan, Kekeluargaan, Keseimbangan lahir-batin, Musyawarah, Keadilan rakyat |
| Soekarno | Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme/Perikemanusiaan, Mufakat/Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, Ketuhanan yang Berkebudayaan |
| Piagam Jakarta | Ketuhanan (dengan syariat Islam), Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, Keadilan Sosial |
| Pancasila Sah | Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, Keadilan Sosial |
๐ฐ Diagram Nilai-Nilai Pancasila
Ketuhanan
Kemanusiaan
Persatuan
Kerakyatan
Keadilan
๐ Infografik Nilai Dasar Pancasila
Sila 1
Ketuhanan
Sila 2
Kemanusiaan
Sila 3
Persatuan
Sila 4
Kerakyatan
Sila 5
Keadilan
โ Ir. Soekarno, 1 Juni 1945
Di Sekolah: Menghormati teman yang berbeda agama (Sila 1), membantu teman yang kesulitan (Sila 2), mengikuti upacara bendera dengan khidmat (Sila 3), bermusyawarah dalam pemilihan ketua kelas (Sila 4), dan berlaku adil dalam pembagian tugas (Sila 5).
- Sebutkan 3 nilai yang terkandung dalam Pancasila menurut Ir. Soekarno!
- Apa perbedaan rumusan Pancasila dalam Piagam Jakarta dengan rumusan final yang disahkan PPKI?
- Mengapa semangat persatuan sangat penting dalam perumusan dasar negara?
Aktivitas Pembelajaran
Pendahuluan (10 menit)
Guru memberikan salam dan pertanyaan pemantik: "Mengapa dasar negara penting bagi bangsa Indonesia?" Peserta didik menjawab berdasarkan pengalaman mereka.
Kegiatan Inti (70 menit)
Aktivitas 1: Diskusi Kelompok (25 menit)
Peserta didik dibagi menjadi kelompok. Setiap kelompok menganalisis usulan dasar negara dari Yamin, Soepomo, dan Soekarno.
Aktivitas 2: Analisis Studi Kasus (25 menit)
Menganalisis dampak pengamalan dan pelanggaran nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Aktivitas 3: Role Playing (20 menit)
Peserta didik membuat drama sederhana tentang musyawarah dan toleransi.
Penutup (10 menit)
Refleksi: nilai persatuan apa yang dapat diteladani dari para pendiri bangsa? Kesimpulan dan penguatan materi.
Game Edukasi
๐ฐ Petualangan Pancasila
Level 1
Evaluasi
Kesimpulan
Pembelajaran Pertemuan 1
Sejarah perumusan Pancasila menunjukkan perjuangan dan kebijaksanaan para pendiri bangsa dalam membangun dasar negara Indonesia. Melalui sidang BPUPKI, Piagam Jakarta, hingga pengesahan Pembukaan UUD 1945 pada 18 Agustus 1945, Pancasila lahir sebagai kesepakatan nasional.
Perbedaan gagasan dari Mr. Mohammad Yamin, Soepomo, dan Ir. Soekarno menunjukkan bahwa Pancasila merupakan hasil pemikiran para tokoh bangsa yang mengutamakan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan. Semangat persatuan dalam proses tersebut menjadi teladan bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
LKPD
Lembar Kerja Peserta Didik
๐ LKPD dapat dicetak melalui tombol print atau download PDF di bawah ini.
Tugas Praktik
๐งช Tugas Praktik
Simulasi Musyawarah: Praktikkan proses musyawarah seperti sidang BPUPKI di kelas. Bentuk kelompok dan diskusikan salah satu isu di lingkungan sekolah. Presentasikan hasil musyawarah dan nilai-nilai Pancasila yang diterapkan.
Rubrik Penilaian: Pemahaman nilai Pancasila, kreativitas, dan kerja sama.